Tutorial PHP

Posted: November 6, 2010 in Ilmu Komputer

PHP saat ini merupakan bahasa pemrograman Web yang amat populer. Salah satu kelebihan PHP dibandingkan “pendahulunya” Perl adalah kemudahan dipelajari. Tutorial ini akan membahas dasar-dasar PHP hingga topik-topik seperti koneksi database dan contoh aplikasi lengkap menggunakan PHP. Kami asumsikan PHP telah berjalan dengan baik di sistem Anda. Jika belum, Anda dapat membaca panduan instalasi PHP di tulisan lain di edisi majalah ini.

PHP dan HTML

PHP dalam sistem aplikasi Web berfungsi sebagai server side scripting language, yang pada intinya adalah sederetan kode yang dieksekusi seluruhnya di server, kemudian hasil dari eksekusi tersebut dikirim ke klien dalam format tertentu; bisa berupa HTML, PDF, SWF, GIF, JPEG, WBMP dan lain-lain sesuai keinginan Anda.

Untuk tutorial permulaan ini, kita akan membahas PHP dalam format keluaran yang pastinya sudah akrab dengan kita yaitu HTML. Dengan pertimbangan selain karena HTML adalah format yang telah dikenal secara luas oleh browser yang ada saat ini, awal pengembangan bahasa PHP sendiri adalah guna mengolah input form di HTML—sehingga versi awal PHP disebut dengan nama Form Interpreter atau PHP/FI.

Sebagai ilustrasi awal, buka editor teks lalu salin skrip di bawah ini.

<html>
<head><title>Tutorial PHP</title></head>
<body>
Perhatikan <b><?php echo(“tulisan ini”) ?></b>.<br>
Begitulah cara <?php echo(“<b>PHP</b>”) ?> bekerja.
</body>
</html>

Setelah selesai, simpan dengan nama skrip01.php lalu lihat hasilnya di browser, maka tampilannya kurang lebih seperti Gambar 1. Jika browser menampilkan kotak dialog downtampilan di browser Anda

Jika Anda lihat sourcenya dengan fasilitas View Source browser, maka yang akan tampil adalah sebagai berikut:

<html>
<head><title>Tutorial PHP</title></head>
<body>
Perhatikan <b>tulisan ini</b>.
Begitulah cara <b>PHP</b> bekerja.
</body>
</html>

Apakah Anda perhatikan perbedaannya dengan listing program skrip01.php? Begitulah cara interpreter PHP bekerja, yaitu dengan mencari tanda pembuka tag PHP <?php di baris-baris file skrip01.php lalu mengkompilasi dan mengeksekusi teks di dalamnya hingga tanda penutup tag ?> dijumpai, begitu seterusnya sampai akhir file. Dalam kasus kita terdapat dua tag PHP dan masing-masing berisikan perintah echo untuk mencetak sesuatu ke browser.

Tag <?php .. ?> pada contoh di atas dikenal juga dengan PHP escaping tags, karena tag <?php akan mengubah mode pembacaan dari mode HTML ke mode PHP, yang artinya tiap baris di dalamnya akan dieksekusi oleh engine PHP sampai bertemu tag ?> yaitu ketika mode pembacaan kembali ke mode HTML. Di mode HTML, PHP hanya akan melalukan setiap baris yang diketemuinya ke browser tanpa pemrosesan apa-apa.

Sebenarnya ada tiga macam PHP escaping tags lain yang bisa dipakai, hanya saja karena tidak semua instalasi mendukungnya serta demi kenyamanan maka saya sarankan lebih baik memilih yang baru saja kita pakai. Namun untuk sekedar mengenal macam-macam PHP escaping tags, buat file skrip02.php seperti di bawah.

<html>
<head><title>Tutorial PHP</title><head>
<body>

<?php echo “Ini adalah long form tags” ?><br>

<? echo “Yang ini adalah short form tags. “;
echo “Jika Anda menggunakan XML maka penggunaan tags ini “;
echo “lebih baik dihindari karena akan menimbulkan konflik “;
echo “dengan tags XML sendiri.”;
?><br>

<% echo “Yang ini adalah ASP-Style tags. “;
echo “Anda harus mengaktifkannya terlebih dahulu di file “;
echo “konfigurasi PHP.”;
%><br>

<script language=”php”>
echo “Yang ini untuk Anda yang menggunakan editor seperti “;
echo “Front Page yang kurang ramah dengan tags PHP di atas.”;
</script>

</body>
</html>

Tampilan keluarannya terlihat di Gambar 2.

Coba perhatikan skrip02.php pada baris ketujuh. Karena string yang akan saya cetak terlalu panjang, maka saya pecah ke dalam beberapa buah echo kemudian saya menggunakan tanda ; (titik koma) untuk memisahkan instruksi yang satu dengan lainnya. Hal ini serupa dengan di bahasa lainnya seperti C atau Perl.

Satu hal lagi, karena echo hanya sebagai konstruksi bahasa dan bukan berupa fungsi khusus di PHP, maka penggunaan tanda kurung setelahnya adalah opsional. Kita akan membahas lebih banyak mengenai fungsi dalam tutorial edisi mendatang.

PHP dan Variabel

Variabel dalam PHP memiliki aturan sebagai berikut:

  • diawali dengan tanda dolar ($);
  • penamaan variabel bersifat case sensitive;
  • nama variabel hanya bisa diawali oleh huruf atau garis bawah, baru setelah itu dapat diikuti dengan beberapa huruf, angka, maupun garis bawah.

Variabel-variabel berikut adalah valid:

$jumlah_halaman = 60;
$_jumlah_halaman = “enam puluh”;
$_1001_masalah = 1001;

dan variabel-variabel berikut tidak valid:

$12_jam = “60 menit”; // diawali angka
$@_my_room = $12_jam; // tidak diawali huruf atau _
$… = “titik titik”; // tidak diawali huruf atau _

Seperti bahasa pemrograman lain, untuk menetapkan nilai kepada suatu variabel cukup dengan menggunakan tanda = (sama dengan).

Adapun tipe variabel yang dikenal PHP ada 5 macam, yaitu:

  1. integer, atau bilangan bulat;
  2. string;
  3. float, atau bilangan pecahan;
  4. array;
  5. objek.

Untuk menjaga agar tutorial ini tidak berubah menjadi terjemahan bebas dari manual PHP (yang bisa Anda download dari www.php.net), saya akan menerangkan masing-masing tipe variabel di atas dengan contoh, dengan membuat file skrip03.php seperti berikut:

<html>
<head>
<title>Tutorial PHP</title>
</head>

<body>

<?php

// tipe integer, atau bilangan bulat
$a = 12;
$b = -12;
$c = 0xcc;
$d = 0123;

echo “nilai \$a (integer positif) = $a <br>”;
echo “nilai \$b (integer negatif) = $b <br>”;
echo “nilai \$c (heksadesimal) = $c <br>”;
echo “nilai \$d (oktal) = $d <br><br>”;

// tipe float, atau bilangan pecahan
$e = 1.5;
$f = 1.5e4;

echo “nilai \$e = $e <br>”;
echo “nilai \$f = $f <br><br>”;

// tipe string
$dia = “steven”;

echo “\$dia adalah <b>$dia</b> (dicetak dengan double quote)<br>”;
echo ‘$dia adalah <b>’.$dia.'</b> (dicetak dengan single quote)”;
echo ‘<br><br>’;

// tipe array
$program[‘web’] = “php”;
$editor[‘penulis’][0] = “ristemena”;
$editor[‘penulis’][1] = “steven”;

echo “web programming : $program[web]<br>”;
echo “editor php : {$editor[penulis][0]} dan $editor[penulis][1]”;
echo “<br><br>”;

// tipe objek
class cara_makan {
function pisang() {
return “dibuka kulitnya terlebih dahulu”;
}
}

$obj = new cara_makan;
echo “cara makan pisang adalah dengan ” . $obj->pisang();
?>

</body>
</html>

dan hasil keluarannya di browser terlihat pada Gambar 3.

Perhatikanlah kembali skrip03.php di atas, saya menggunakan tanda // untuk komentar. Kalau Anda termasuk orang yang mudah lupa atau sering bepergian dan meninggalkan program untuk beberapa waktu lamanya, maka sering-seringlah memberikan komentar di tiap blok kode Anda, hal ini akan memudahkan bagi Anda sendiri nantinya.

Baiklah, mari kita mulai membahas tipe variabel PHP dari skrip di atas.

Integer

Dalam PHP, tipe integer dapat dinyatakan dalam beberapa macam format bilangan seperti desimal positif, desimal negatif, oktal dan heksadesimal. Penggunaannya seperti terlihat di skrip03.php adalah sebagai berikut:

$a = 12;    // desimal positif
$b = -12;   // desimal negatif
$c = 0xcc;  // oktal
$d = 0123;  // heksadesimal

Hm, apakah Anda perhatikan bahwa seluruhnya tercetak dalam format desimal? Jangan khawatir, ini hanya masalah format tampilan saja, kita dapat mengubah-ubah format keluaran sesuai keperluan dengan menggunakan fungsi-fungsi di PHP yang akan dibahas pada edisi mendatang.

String

String dapat dinyatakan menggunakan dua macam pengapit yaitu double quote atau kutip tunggal (“) dan single quote atau kutip tunggal (‘).

Jika Anda menggunakan kutip ganda maka variabel di dalamnya akan diekspansi. Ini artinya nama variabel di dalam kutip ganda akan digantikan dengan isinya. Perhatikan baris berikut di skrip03.php:

$dia = “steven”;
echo “\$dia adalah <b>$dia</b> (dicetak dengan double quote)<br>”;

Variabel $dia akan dicetak menggunakan isi variabelnya seperti terlihat dalam Gambar 3. Namun seperti halnya di bahasa C, untuk karakter-karakter tertentu Anda harus menambahkan tanda escape dengan garis miring terbalik (\). Contoh karakter yang harus diescape adalah dolar, $, karena ia merupakan prefiks nama variabel; kutip ganda, “, garis miring terbalik itu sendiri, \, dan beberapa yang lain.

Sebaliknya untuk kutip tunggal, karakter yang harus diescape hanya ada dua macam, yaitu garis miring terbalik dan kutip tunggal itu sendiri. Namun pengutip jenis ini tidak mengekspansi variabel di dalamnya, tapi mencetak langsung tanda dolar beserta nama variabelnya, sehingga jika Anda ingin mencetak isi variabel, terlebih dahulu variabel harus dikeluarkan dahulu dari kutipan:

echo ‘$dia adalah <b>’.$dia.'</b> (dicetak dengan single quote)’;

Perhatikan juga bagaimana tanda titik (.) pada PHP dapat berfungsi sebagai penyambung string seperti halnya tanda plus (+) pada Javascript atau ASP.

Float

Jika Anda membutuhkan bilangan pecahan, maka PHP juga menyediakan tipe float, yang penulisannya dapat dibuat dalam dua macam seperti terlihat pada listing 3 yaitu:

$e = 1.5;      // sama dengan 1,5
$f = 1.5e4;    // sama dengan 15.000

jangkauan dan ketelitian bilangan tipe ini bergantung pada platform yang Anda gunakan. Di platform Intel 32 bit seperti keluarga Pentium, nilai maksimumnya sekitar 1.8e+318 dan ketelitiannya 14 digit di belakang tanda desimal (tipe data double C).

Array

Array di PHP ada dua macam, yaitu asosiatif dan indexed. Namun adakalanya kedua macam array ini dapat Anda pakai bersamaan yaitu pada array multidimensi, seperti baris berikut di skrip03.php:

$program[‘web’] = “php”;               // associative array
$editor[‘penulis’][0] = “ristemena”;   // array multidimensi: gabungan antara
$editor[‘penulis’][1] = “steven”;      // asosiatif dan indexed

Kita akan membahas lebih dalam mengenai array ini pada edisi mendatang, namun ada satu hal menarik yang perlu dibahas di sini yaitu tentang bagaimana PHP mengekspansi variabel di dalam kutip ganda untuk variabel tipe array. Perhatikan baris berikut:

echo “web programming : $program[web]<br>”;
echo “editor php : {$editor[penulis][0]} dan $editor[penulis][1]<br><br>”;

untuk array satu dimensi, $program[web] , ternyata PHP dapat mencetak dengan benar isinya—perhatikan bahwa penulisan $program[web] sama dengan $program[‘web’]. Namun untuk array dua dimensi atau multidimensi Anda harus menambahkan kurung kurawal seperti {$editor[penulis][0]} agar dapat mencetak isi variabel dengan benar. Jika tidak ditambah kurung kurawal, maka interpreter PHP akan menganggapnya sebagai array satu dimensi yaitu $editor[penulis] yang tentu saja tidak terdefinisi sehingga pada Gambar 3 hanya tertulis Array.

Fitur ini—penggunaan kurung kurawal untuk array multidimensi—baru ditambahkan pada PHP4, sementara pada PHP3 Anda harus mengeluarkannya terlebih dahulu dari kutip ganda dengan menambahkan penyambung string (.).

Objek

Tipe variabel yang terakhir ini sebenarnya adalah instans dari sebuah kelas. Inisialisasinya adalah menggunakan operator new seperti baris berikut dalam skrip03.php:

$obj = new cara_makan;

sementara penggunaannya adalah dengan operator ->, seperti:

echo “cara makan pisang adalah dengan ” . $obj->pisang();

Komentar
  1. Ana Nouri'anOng mengatakan:

    saya mau bertanya,
    saya membutuhkan bantuan anda,
    bagaimana cara membuat php konversi jarak Km ke CM??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s