RANCANGAN PROGRAM WORKSHOP DAN TRAINING BERBASIS E’LEARNING DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI KABUPATEN PIDIE ACEH

Posted: Oktober 22, 2010 in Tak Berkategori

Download Lampiran Detail  dilink ini :

RancanganProgram

Rancangan Program

WORKSHOP DAN TRAINING BERBASIS E’LEARNING

DALAM  MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

DI KABUPATEN PIDIE ACEH

Di Susun Oleh

MAHASISWA PROGRAM ALIH JENJANG

D-IV ITB SEAMOLEC BATCH III

ACEH

1. DASAR PEMIKIRAN

Fungsi dan peranan guru yang utama adalah mentransfer ilmu kepada siswa dalam proses belajar mengajar di ruang kelas, dan partisipasinya dalam pengembangan sekolah. Pengembangan sekolah yang dimaksud dalam makalah ini adalah segala upaya untuk memperbaiki mutu pendidikan di sekolah.  Definisi yang pendek ini tentunya mengandung banyak makna dan interpretasi. Tetapi pendidikan sekolah yang saya maksud adalah pendidikan yang berorientasi kesiswaan atau saya sebut sebagai pendidikan tiga dimensi.  Yaitu pendidikan yang memfokuskan pengembangan tubuh, otak dan jiwa/pribadi siswa. Pendidikan yang selama ini kita terapkan masih bertumpu pada pendidikan yang berorientasi kenegaraan.  Pendidikan yang memiliki obsesi menjadikan bangsa sebagai bangsa yang terhormat dalam bidang pendidikan di tengah kompetisi anak-anak pandai di dunia. Yang karenanya, hanya kemampuan akademik yang didorong habis-habisan pengembangannya, sementara pengembangan kejiwaan dan atau keragaan siswa tidak diperhatikan dengan baik.

Tujuan pendidikan nasional yang ada di dalam UU Sisdiknas 2003 pada dasarnya tidak jelas menyebutkan tentang aspek pengembangan tubuh, jiwa dan otak, demikian pula beberapa kebijakan dalam bidang pendidikan tidak mendukung kea rah pengembangan tubuh, jiwa dan otak peserta didik. Dengan berpedoman kepada pendidikan berorientasi kesiswaan seperti di atas saya ingin menguraikan bagaimana pengembangan sekolah harus direncanakan dan bagaimana melibatkan guru dalam misi tersebut.  Lalu bagaimana manajemen sekolah berperan dalam hal ini dan bagaimana manajemen pendidikan di daerah mendorong kelancaran proses tersebut ? Peningkatan kompetensi guru di level sekolah melalui penerapan manajemen sekolah yang efektif

a)      Pengembangan sekolah sebagai sebuah organisasi dan kaitannya dengan peningkatan kompetensi guru

b)      Pengembangan sekolah berbasis orientasi kesiswaan dengan melibatkan partisipasi aktif siswa dan guru

Sekolah adalah sebuah organisasi yang di dalamnya terdiri dari orang yang mengurus atau mengelola dan atau dikelola. Sekolah dalam era privatisasi pendidikan  sering juga disamakan dengan perusahaan dengan kepala sekolah sebagai managernya.  Dalam sebuah organisasi (mis : sekolah ) disadari atau tidak, ada sebuah siklus yang terbentuk melalui proses yang panjang. Siklus itu berupa antisipasi terhadap permasalahan yang muncul di sekolah dan kepekaan terhadap problem atau error yang terjadi dalam proses pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah.

Kekritisan yang dilatih dalam lembaga sekolah tidak sama dengan demonstrasi/protes guru/siswa/orang tua terhadap kebijakan sekolah/pemerintah, tetapi sifat kritis yang dibarengi dengan analisa tajam, mengapa sebuah konsep perlu diprotes, dandisertai dengan solusi yang lebih baik.

Pembelajaran yang baik adalah jika guru menjadi pandai karena mengajar dan siswa menjadi pandai karena diajar oleh guru yang cerdas dalam mengajar.  Cerdas dalam mengajar hanya dimiliki oleh guru yang menguasai apa yang akan diajarkannya dan senantiasa mengajak siswa untuk berfikir bersama. Pengajaran yang efektif adalah jika guru tidak mendominasi pembicaraan di dalam kelas.  Oleh karenanya tak ada jalan lain untuk meningkatkan kompetensi guru atau memperbaiki proses belajar mengajar di kelas kecuali guru harus meningkatkan diri melalui pendidikan/pelatihan ilmu murni sesuai dengan bidang yang diajarkannya.

2. Peningkatan Kompetensi Guru Di Level Daerah Melalui Manajemen Pendidikan Daerah

Bagaimana manajemen pendidikan di level daerah harus dikelola agar guru-guru di daerah memiliki kompetensi yang standar dan senantiasa diperbaharui ? Pendidikan di daerah harus dikelola dengan mempertimbangkan potensi dan karakter daerah.  Sekolah-sekolah dibangun dengan pertimbangan kapasitas siswa yang masuk dan kualitas guru yang memadai. Sekolah-sekolah juga harus dibangun dengan fasilitas yang minimum sama.

Kebijakan pendidikan di daerah pun harus disusun berdasarkan survey yang akurat tentang fakta di lapang. Pelatihan/pendidikan yang perlu disiapkan untuk para guru bukanlah pendidikan tentang konsep-konsep mendidik, tetapi yang lebih utama adalah pendidikan ilmu murni.  Oleh karenanya kerjasama dengan universitas perlu dikembangkan untuk membuat sebuah link peng-update-an keilmuan guru.  Lalu apa fungsi IKIP/UP atau LPTK ? Lembaga-lembaga pendidikan guru adalah lembaga untuk calon guru, yang bertujuan untuk mempersiapkan calon guru dengan bekal-bekal ilmu kependidikan untuk menjalankan profesinya sebagaimana mestinya. Sedangkan Universitas adalah lembaga yang seharusnya dipercaya untuk mendidik guru dari segi keilmuan yang diajarkannya.

Selain memberikan peluang belajar dan berkembang kepada guru di daerah, pemerintah daerah juga perlu mempelopori forum ilmiah guru.  Forum yang akan memberikan kesempatan kepada guru-guru daerah untuk saling bertukar metode mengajar, keilmuan baru dan sekaligus melatih guru untuk menyampaikan idenya secara ilmiah.  Dalam forum ilmiah ini, sangat perlu pula mengundang pakar/ilmuan/praktisi untuk menambah keluasan keilmuan para guru.

Peranan pemerintah yang lainnya sangat perlu dilaksanakan adalah menyiapkan mediator yang memadai bagi para guru untuk saling berkomunikasi.  TV daerah misalnya dapat dijadikan sebagai alat untuk memacu prestasi mengajar guru. Dengan menyediakan slot acara pendidikan seperti metode mengajar guru sekolah A, bagaimana menangani anak nakal atau bermasalah di sekolah B, dll, dapat menjadi sarana efektif untuk pengembangan pendidikan di daerah.

3. Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

“Pendidikan jarak jauh didasarkan pada dasar pemikiran bahwa murid adalah pusat proses pembelajaran, bertanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri, dan berusaha sendiri di tempat mereka sendiri. Hal ini adalah merupakan kepemilikan dan otonomi.”*

Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi akan berjalan  efektif jika peran pengajar dalam pembelajaran adalah sebagai  fasilitator  pembelajaran atau memberikan kemudahan pembelajar untuk belajar  bukan hanya sebagai pemberi informasi. Pengajar bukan satu-satunya  sumber informasi yang disampaikan. Pengajar tidak hanya mengajar  mentransfer ilmu pengetahuan, akan tetapi juga dapat belajar dari  pembelajar. Pengajar bukan instruktur yang memberikan perintah atau  mengarahkan kepada pembelajar, melainkan menjadi  mitra belajar  (partner) sehingga memungkinkan pembelajar tidak segan untuk berpendapat, bertanya, atau bertukar pendapat dengan pengajar.

Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi berlangsung bukan hanya terjadi di satu tempat seperti di sekolah atau perguruan tinggi, melainkan dapat dilakukan di banyak tempat yang berbeda. Pembelajaran pun tidak hanya terdiri dari satu orang saja, melainkan banyak melibatkan orang. Setiap pembelajar dapat belajar pada tempat dan waktu yang berbeda-beda. Cara belajar dari pembelajar yang tidak terbatas dengan waktu dan tempat itulah yang disebut dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Untuk itulah lahirlah model-model pembelajaran seperti computer based learning yang memunculkan pembelajaran jarak jauh.

Sumber daya manusia yang kualitas merupakan aset yang sangat penting bagi kehidupan. Perbedaan kualitas sumber daya manusia seseorang bisa dilihat dari perbedaan dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan.  Sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dapat menguasai berbagai bidang kehidupan seperti bidang pendidikan, politik, ekonomi dan sebagainya. Sebaliknya, sumber daya manusia yang berkualitas rendah akan menimbulkan ketertinggalan atau terpuruk dalam berbagai kehidupan ini. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu tujuan pendidikan. Pendidikan menciptakan kualitas sumber daya manusia yang  tangguh,  unggul,  kreatif, dan  berdaya saing tinggi. Untukmencapai tujuan pendidikan itu, maka bisa dilakukan proses pendidikan atau pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan memungkinkan dilakukannya pembelajaran jarak jauh tidak hanya diperoleh melalui  tatap muka di sekolah. Pembelajaran jarak jauh seiring dengan kemajuan  teknologi informasi dan komunikasi diantaranya memanfaatkan media komputer dengan intranetnya, sehingga pembelajaran jarak jauh sering pula disebut pembelajaran  online. Dengan menggunakan  media komputer dan internetnya tersebut dapat menghubungkan antara pembelajar dengan pengajarnya dalam pembelajaran secara online.

Seiring dengan komitmen untuk pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkesinambungan, dan mengingat teknologi tanpa dipungkiri telah merubah sebagian besar gaya hidup masyarkat dunia, maka kami sekumpulan mahasiswa Alumni ITB Seamolec tertantang untuk mempersiapkan para tenaga-tenaga Guru dan siswa yang kompeten bersaing dalam era industry dan teknologi yang terkait erat dengan istilah komputerisasi tersebut.

  1. 1. Profil Daerah Aceh

Di Daerah Aceh diakui atau tidak bencana Tsunami telah menyebabkan sebuah periode sejarah peradaban manusia Indonesia musnah dari Bhumi Serambi Mekah itu. Demikian juga di Yogyakarta, dan daerah-daerah pantai pesisir selatan Pulau Jawa. Selain musnahnya jiwa dan harta, ada tak terhitung data dan informasi yang musnah pasca bencana tersebut. Informasi yang dikumpulkan selama ratusan tahun di bumi Aceh misalnya hilang bersama dengan ratusan ribu jiwa. Bahkan sampai saat ini Kita tidak tahu informasi penting apa saja yang telah hilang akibat bencana besar itu. Informasi itu mungkin sangat dibutuhkan di masa yang akan datang, dan sampai saat ini kita juga tidak mengetahui bagianperadaban Republik Indonesia mana saja yang akan terhambat jika informasi tersebut musnah.

 

Dunia masa depan adalah dunia yang dipenuhi jalinan informasi masa lalu dan masa kini yang rumit. Sebuah bangsa akan kehilangan jati dirinya jika ada setitik jalinan informasi ini yang hilang. Sampai saat ini ilmu pengetahuan masih belum mengetahui wajah integral kondisi masa lalu peradaban dan kehidupan yang ada di dunia. Banyak misteri tak terpecahkan yang muncul karena adanya missing link informasi. Dan missing link yang muncul ini terbukti banyak membuat manusia modern malah kehilangan jati dirinya, tak mengerti arah dan tujuan berkembangnya peradaban. Dan di masa kini missing link informasi ini bisa berarti munculnya

banyak kerusakan besar di dunia. Tugas kita yang hidup pasca bencana Tsunami yang baru lalu adalah bagaimana memanfaatkan keunggulan Teknologi Informasi ini untuk melindungi informasi di seluruh Indonesia, agar jika ada bencana atau kerusakan besar yang melanda, tidak lagi ada kemusnahan informasi massal yang membuat bangsa ini kehilangan jati dirinya.

Dalam hal pendidikan, sebenarnya provinsi ini mendapatkan status Istimewa selain dari D.I. Yogyakarta. Namun perkembangan yang ada tidak menunjukkan kesesuaian antara status yang diberikan dengan kenyataannya. Pendidikan di Aceh dapat dikatakan terpuruk. Salah satu yang menyebabkannya adalah konflik yang berkepanjangan dan penganaktirian dari RI, dengan sekian ribu sekolah dan institusi pendidikan lainnya menjadi korban. Pada UAN (Ujian Akhir Nasional) 2009 ada ribuan siswa yang tidak lulus dan terpaksa mengikuti ujian ulang. Aceh juga memiliki sejumlah Perguruan Tinggi Negeri seperti Universitas Syiah Kuala, IAIN Ar-Raniry, Universitas Malikussaleh, Politeknik Negeri Lhokseumawe. Setelah terjadinya bencana gempa bumi yang menyebabkan gelombang tsunami Aceh pada akhir tahun 2004,

  1. 2. VISI DAN MISI

Visi

Dalam menghadapi kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi, Pendidikan Daerah Aceh  diharapkan mampu menghasilkan SDM  yang unggul dan professional dalam bidang teknologi informasi yang mampu berkompetesi di tingkat nasional dan internasional.

Misi

  • Meningkatkan kualitas  SDM  di bidang Ilmu Komputer dan Informasi  dengan memacu kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarkat  yang inovatif, kreatif, dan responsive.
  • untuk memenuhi kebutuhan industrialisasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pembekalan ilmu pengetahuan dan teknologi serta bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
  1. 3. Nama kegiatan

Kegiatan ini bernama “ Workshop Pendidikan Berbasis E’learning dan Pelatihan/ Training Metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) disekolah”

  1. 4. Tujuan

Program ini mempunyai tujuan untuk Mensosialisasikan Pembelajaran berbasis E’Learning dan Pembelajaran jarak Jauh (PJJ) di Sekolah dalam daerah Aceh khususnya.

  1. 5. Target

Setelah kegiatan ini dilaksanakan diharapkan Pendidikan daerah Aceh lebih berkembang khususnya di bidang Tekhnologi Informatika. Keterbelakangan sarana tekhnologi menjadi perhatian Pemerintah dalam memajukan bidang pendidikan sehingga Aceh bisa bersaing dengan daerah lain khusususnya dibidang tekhnologi.

6. Sasaran program

Sebagai langkah awal dalam melakukan program sosialisasi, Kabupaten Pidie menjadi daerah pertama. Alasan utama pemilihan kabupaten Pidie dilihat dari kondisi daerah yang masih tertinggal dalam dunia pendidikan khususnya bidang tekhnologi informasi. Dengan adanya program ini diharapkan kabupaten Pidie bisa menjadi contoh bagi daerah lain nya di Aceh.

7. Data Sekolah dan Pendidikan Kabupaten Pidie

KabupatenPidie adalah salah satu kabupaten di Aceh, Indonesia. Masyarakat Pidie suka merantau dan berdagang, sehingga sering dijuluki “Tionghoahitam” dan mereka bersama orang asal Bireuen mendominasi pasar-pasar diberbagai wilayah Aceh. Selain itu, wilayah ini juga terkenal sebagai daerah asal tokoh-tokoh terkenal Aceh, seperti Tgk. DaudBeureueh, Mr. Teuku Mohammad Hasan, Prof. Ibrahim Hasan, DR. Hasballah M Saad,Hasan Tiro yang saat ini bermukim di Swedia, dan pengusaha Ibrahim Risyad.

SaranaPendidikan  
  No Tingkat Status 2007-2008
  Sekolah Siswa Guru
  1 Taman Kanak-Kanak (TK)
  Negeri 1 169 111
  Swasta 44 2.827 258
  2 SekolahLuarBiasa (SLB)
  Negeri 1 54 14
  Swasta
  3 SekolahDasar (SD)
  Negeri 272 40.365 3.218
  Swasta 4 712 57
  4 SekolahMenengahPertama (SMP)
  Negeri 46 16.020 1.474
  Swasta 6 711 70
  5 SekolahMenengahAtas (SMA)
  Negeri 20 13.132 839
  Swasta 5 603 91
  6 SekelohMenengahKejuruan (SMK)
  Negeri 3 1.739 191
  Swasta 4 1.135 93
   
  7 Dayah/Pesantren 239 Unit
  8 Universitas 2 Unit
  9 Akademi 3 Unit
  Jumlah 654 77.467 6.416

Sumber : website resmi pemkab pidie ‘www.pidie.go.id’

1. Peserta kegiatan

a)      Kegiatan  workshop akan diikuti oleh kepala sekolah tingkat SMA dan SMP, Universitas serta dinas Pendidikan Kab. Pidie ,Pemkab setempat dan badan pendidikan lain nya didalam wilayah kabupaten Pidie.

b)      Setelah program workshop diharapkan Pemkab dan pihak sekolah menindaklanjuti nya dengan memberikan peluang untuk memberikan pelatihan kepada Guru-guru di Sekolah-sekolah yang ada dikabupaten Pidie.

2. Waktu dan tempat

Kegiatan ini dijadwalkan pada saat proses Magang di daerah.

  1. Workshop

Kegiatan workshop dijadwalkan berlangsung selama 1 hari.

  1. Pelatihan

Jadwal pelatihan dilaksanakan sesuai kebutuhan pihak sekolah dalam merespon program ini.

3. Metode pelaksanaan

Metode yang diterapkan pada kegiatan  ini meliputi hal-hal sebagai berikut

  1. Workshop
  1. Proses workshop dilaksanakan dengan pemaparan program, target yang ingin dicapai, Diskusi dan rencana kedepan.
  2. Pihak Seamolec menjadi pemateri dan pihak mahasiswa Batch III menjadi Fasilitator kegiatan.
  3. Peserta yang di undang meliputi Bupati ,Ketua DPRK, Dinas Pendidikan ,Kepala Sekolah, pihak Universitas yang ada di kabupaten Pidie.
  4. Proses pelaksanaan dengan memberikan pelatihan langsung kepada Guru-guru sekolah.
  5. Para Guru akan diberikan training bagaimana memanfaatkan E’learning, CMS Moodle.
  6. Diharapkan  setelah pelatihan dilaksanakan ,sekolah mempunyai sebuah e’learning CMS moodle dan bisa mengaplikasikan nya
  7. 4. Panitia Pelaksanaan Kegiatan
  1. Pelatihan

Kegiatan Workshop dan Pelatihan dilaksanakan oleh Mahasiswa ITB –Seamolec Batch III , kerjasama dengan :

  1. Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur Sigli
  2. SEAMOLEC
  3. Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie
  4. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) kabupaten Pidie
  5. Pihak lain yang tidak mengikat
  6. 5. Schedule Kegiatan
    1. Workshop
Waktu Jadwal Acara Pelaksana
09:00-10:00 Pembukaan Workshop : Penjelasan Latar Belakang Perencanaan dan Tujuan Dari Diadakannya Workshop

  • Direktur Utama Seamolec
  • Rektor Universitas Jabal Ghafur Sigli
  • Bupati Kabupaten Pidie
Panitia Pelaksana
10:00-12:30 Pembahasan

  • Pengertian Sistem E’learning dan Metode pembelajaran jarak jauh (PJJ)
  • Pemanfaatan Tekhnologi Informasi dalam dunia Pendidikan
  • Diskusi
Team Seamolec /Fasilitator
14:00-17:00 Pembahasan Rencana Kedepan

  • Pemaparan Program yang akan dijalankan
  • Pemanfaatan Aplikasi e’learning dalam Dunia Pendidikan
  • Diskusi
  • Penutupan
Team Seamolec /Fasilitator
   

 

  1. Training Pembuatan Aplikasi E’learning Moodle
Waktu Materi Pelatihan Pelaksana
Pertemuan I  

  • Instalasi Aplikasi moodle di Local Host
  • Konfigurasi Website
  • Pengenalan/ Pengaturan Administrasi Website
Team
Pertemuan II
  • Membuat kursus dan kategori kursus
  • Konfigurasi kursus
Team
Pertemuan III
  • Compos a text page
  • Compose a web page
  • Link to a file or web site
  • Display a directory.
Team
Pertemuan IV
  • Chat dan Forum (komunikasi)
  • Pembuatan Glossary
  • Assigment (pembuatan tugas)
  • Pembuatan Quis
  • Pembuatan Bank Soal
Team
Pertemuan V
  • Pemeranan User
  • Pembuatan kelas/ Group
  • Membuat Backup kursus
  • Melakukan Restore Kursus
Team
Pertemuan V
  • Mendaftar Domain di Hosting
  • Install aplikasi moodle di Hosting
  • Pengelolaan Moodle di Hosting
  • Pengenalan Sistem Multi Cast
Team

Ket :    a. Pelatihan dijadwalkan berlangsung 3 jam /pertemuan

b. Rencana /Schedule dilaksanakan pada satu sekolah.

  1. 6. Penutup

Demikianlah Rancangan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya. Harapan yang sangat kita harapkan adalah Dukungan dari pihak lain yang ingin mengembangkan dunia Pendidikan khususnya di Daerah Aceh.

Terimakasih dan penghargaan tulus atas partisipasi semua pihak demi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga apa yang dilakukan ini mampu memberi kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat yang diridhoi Allah SWT.

Billahittaufiq Walhidayah

Wasallamu’alaikum Wr. Wb.

Komentar
  1. ARI mengatakan:

    BOLEH TAU SIAPA KETUA PANITIA ACARA INI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s